Jumat, 07 Agustus 2015

PERMAAFAN



“Sebagai orang baik, Anda tidak ingin menyakiti orang lain, akan tetapi, Anda juga tidak mungkin tiada pernah menyakiti orang lain. Dunia menjadi hangat, dengan kata maaf.”

(Ki Ageng Mantyasih, Konsep Iman dalam Cinta dan Kasih, 2012)

Memaafkan adalah sarana yang membuat kita terhubung.

TERHUBUNG



“Justru dengan ketidaksempurnaan itulah, selalu saja ada celah yang bisa diisi oleh kehangatan orang lain. Sehingga kita semua saling terhubung menjadi satu.”

(Ki Ageng Mantyasih, Konsep Iman dalam Cinta dan Kasih, 2012)

Kita tidak sendirian. Segalanya terhubung, segalanya membutuhkan satu sama lain. Bongkahan lego yang tak bercelah, tak bisa disatukan dengan lego yang lain. Dengan demikian, tak bisa diharapkan untuk mewujudkan sebuah bangunan lego yang indah.

SADARILAH



“Sadarilah, bahwa dengan selalu mengejar kesempurnaan, justru disaat itulah Anda berbuat kesalahan lebih banyak.”

(Ki Ageng Mantyasih, Konsep Iman dalam Cinta dan Kasih, 2012)

Ambisi mengusahakan kesempurnaan adalah kesalahan terbesar kita. Semacam cara pandang yang kurang dewasa. Karena justru dengan ambisi semacam itu, kita akan semakin banyak menghasilkan kerusakan.

PENYEMPURNAAN



“Tidak ada kesalahan yang tak dimaafkan, tidak ada dosa yang tak diampuni, kecuali bagi orang-orang yang tak punya rasa sesal. Setiap sesuatu pasti memiliki kekurangan, setiap hal mesti membutuhkan penyempurnaan.”

(Ki Ageng Mantyasih, Konsep Iman dalam Cinta dan Kasih, 2012)

Penyempurnaan adalah gerak alami kehidupan. Tanpa kita usahakan, setiap saat kita akan disempurnakan. Hanya saja kita seringkali menolak disempurnakan, dan gagal memahami sebuah keadaan yang pada dasarnya adalah jalan untuk kita disempurnakan.

PENGAKUAN




“Orang jahat yang mengakui kejahatannya, berada di depan pintu menjadi orang baik; namun mereka yang bersembunyi, berada di seberang lautan yang ganas.”

(Ki Ageng Mantyasih, Konsep Iman dalam Cinta dan Kasih, 2012)

Semua manusia berebut mengaku baik. Sangat menyenangkan dianggap baik, dan betapa tidak menyenangkan dianggap tidak baik.